<< SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI WWW.KEPRILIVE.COM | BERITA SEPUTAR KEPULAUAN RIAU | Contac Person 0812 7019 6488 | MEDIA INI DILINDUNGI OLEH UU POKOK PERS NO 40 TH 1999 | SEBAGAI ANGGOTA ORGANISASI FORUM PERS INDEPENDENT INDONESIA >>
Home / Batam / SAT POLAIR POLRESTA BARELANG BERSAMA MASYARAKAT PESISIR SELAMATKAN ORANG TERBAWA ARUS MEMANCING MENGGUNAKAN RAKIT BERBAHAN GABUS

SAT POLAIR POLRESTA BARELANG BERSAMA MASYARAKAT PESISIR SELAMATKAN ORANG TERBAWA ARUS MEMANCING MENGGUNAKAN RAKIT BERBAHAN GABUS

Batam-keprilive. Pada Hari Rabu Tgl 19 Agustus 2020 Sekitar Jam 11.30 Wib Telah Terjadinya Peristiwa Orang Memancing Ikan Menggunakan Rakit Berbahan Gabus Terbawa Arus Laut di Perairan antara Kampung Kelembah dengan perairan belakang Perumahan Botania I Kec. Nongsa kota batam.

Terdapat 3 (Tiga) Orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, korban pertama An. Junaidi S Meliala, Laki –Laki (23 Tahun ) Alamat Perum Taman Jasinta Indah Kec. Batam , Korban Yang Kedua Lewic Suseno, Laki- Laki, (26 Tahun) Alamat Perum. Botania Garden Kec. Batam Kota, Sedangkan Korban Ketiga Yogi Pratama Laki-Laki (22 Tahun) Beralamat Botania Garden Kec. Batam Kota.

Kasat Polair AKP Syamsurizal menjelaskan Kronologis kejadian Pada Hari dan Tanggal tersebut diatas sekitar jam 11.00 wib 3 (tiga) orang korban berangkat memancing ikan ke perairan laut melewati bibir pantai Padepokan yg ada di belakang Perum. Botania Garden I Kec. Batam Kota.

Korban menggunakan Rakit yg berbahan Gabus bekas Box Es yg ada di dekat bibir pantai, lalu setelah ketiga korban berada diatas rakit langsung membawa rakit ke perairan sekitar 20 m dari bibir pantai. lalu memancangkan 2 (dua) batang kayu gala lalu mengikatkan ralit di kedua kayu yg sudah dipancangan , kemudian sekitar 11.30 wib saat sedang memancing ikan tiba-tiba datang angin membuat ikatan tali lepas dari kedua kayu gala tersebut dan rakit langsung terbawa arus air laut yg kencang pada saat itu.

Kemudian ketiga korban berupaya utk membawa rakit kepinggir perairan tapi sia-sia, ketiga Korban saat itu sudah putus asa dan panik karena cuaca saat itu angin kencang hingga membawa rakit laut ketengah perairan laut dekat kampung kelembah dan Kampung Terih, ketiga korban berupaya berteriak namun tidak ada yg dengar, hingga akhirnya salah satu mencoba menelpon bibinya yg bernama Sdri Ermida Bangun. Kemudian bibinya memberitahukan kepada Ketua RT Perum BPD Kec. Batam Kota Bpk Erry Syahrial utk selanjutnya memberitahukan ke Polsek Batam Kota.

Sekitar jam 16.00 wib Personil Polsek Batam Kota Aiptu Erwin Sibarani memberitahukan ke Unit Gakkum Polair Polresta terkait peristiwa tersebut karena ketiga korban mengaku sudah mendekati kawasan Ocarina , selanjutnya Unit Gakkum Polair Polresta Barelang mendatangi lokasi kawasan Ocarina untuk melakukan koordinasi evakuasi korban, namun saat tiba di Ocarina keberadaan korban tidak ada terlihat disekitaran perairan Ocarina, kemudian Kanit Gakkum Polair IPTU Benny Syahrizal SH MH melakukan koordinasi dengan warga yg berada di Kampung Terih untuk membantu korban melalui saksi- Saksi. sekitar jam 17.00 wib ketiga korban dapat ditemukan dan dievakuasi ke pantai Botania.

Menyikapi Hal tersebut *Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur Y.F.S SH, SIK, MH* membenarkan adanya kejadian tersebut, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dalam situasi cuaca yang ekstrem seperti ini untuk tidak melakukan aktivitas memancing dengan peralatan yang tidak memiliki savety (keamanan), apalagi menggunakan rakit yang terbuat dari gabus seperti kejadian tersebut diatas dan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ungkap kapolresta yang di sampaikan beliau melalui Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *