• Home 2
  • Home 3
  • KepriLive.com
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
KepriLive.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
KepriLive.com
No Result
View All Result
  • Home
  • ADVERTORIAL
  • BERITA VIDEO
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • RAGAM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KULINER
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • TNI | POLRI
  • WISATA
Home NASIONAL

Masyarakat Desa Tanjung Pura Terancam Mati Kelaparan, Logistik Tidak Kunjung Juga Datang Akibat Akses Jalan

Redaksi by Redaksi
November 30, 2025
in NASIONAL
0
Masyarakat Desa Tanjung Pura Terancam Mati Kelaparan, Logistik Tidak Kunjung Juga Datang Akibat Akses Jalan
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LANGKAT, SUMATERA UTARA, Keprilive.com – I Banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat sejak Rabu, 26 November 2025 telah berubah dari bencana alam menjadi krisis kemanusiaan yang dibiarkan berlarut-larut. Di Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, warga kini berada di ambang kelaparan karena tidak ada bantuan sama sekali yang masuk hingga hari ini.

Hasil pantauan di lapangan, ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter hingga 3 meter di beberapa titik, menenggelamkan rumah-rumah warga, memutus akses jalan, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Persediaan makanan warga habis total. Toko-toko tidak beroperasi. Pasokan terhenti. Uang tunai tidak lagi berarti karena tidak ada barang yang bisa dibeli, Ini bukan lagi sekadar “banjir”, ini adalah darurat pangan.

Alfarizi DMC: yang mewawancarai warga terdampak, menyatakan:

“Hingga saat ini hari Minggu, tidak ada bantuan apa pun yang disalurkan ke warga Desa Pematang Tengah. Sembako sudah habis. Warga tidak punya pilihan. Jika pemerintah terus diam, masyarakat Tanjung Pura bukan hanya kebanjiran kami akan mati kelaparan.” ucap warga, minggu,(30/11/2025).

Adapun pakta keterangan di lapangan sebagai berikut:

1. Banjir berlangsung sejak 26 November 2025 dan masih tinggi hingga 30 November 2025.

2. Kedalaman 1,5–3 meter, menutup akses dan merendam permukiman.

3. Tidak ada bantuan yang disalurkan ke Desa Pematang Tengah hingga hari ini.

4. Sembako habis, distribusi pangan nihil, pasar dan warung lumpuh.

5. Kelompok rentan (balita, lansia, ibu hamil) paling terancam.

Hingga sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda dari pemerintah bantuan logistik untu para korban.

“Sampai kapan warga harus menunggu?

Apakah harus ada korban jiwa dulu baru bantuan datang? Apakah nyawa warga Desa Pematang Tengah tidak cukup penting untuk diselamatkan hari ini?,” tambah sejumlah warga terdampak banjir.

Saat banjir setinggi dada orang dewasa masih merendam kampung, ketiadaan bantuan adalah bentuk pembiaran. Ini bukan keterlambatan biasa. Ini adalah kegagalan respon darurat.

Akhirnya masyarakat mendesak dan menuntut:

“Kami mendesak Pemkab Langkat, BPBD, Dinsos, Pemprov Sumut, dan BNPB untuk bertindak segera

Mengirim bantuan pangan darurat, beras, makanan siap saji, air bersih, susu bayi dan kebutuhan lainnya,” tambah masyarakat.

Seharusnya Menurunkan perahu/alat evakuasi ke titik-titik terisolasi, Membuka posko logistik di lokasi terdekat yang benar-benar menjangkau desa terdampak, bukan hanya pusat kecamatan, dan Menjamin layanan kesehatan darurat untuk mencegah wabah pascabanjir.

Setiap jam tanpa bantuan memperbesar risiko korban, bukan hanya karena banjir, tetapi karena kelaparan, kelelahan, dan penyakit.

Solidaritas dari masyarakat terdampak banjir, mengajak relawan, organisasi kemanusiaan, komunitas sosial, dan media untuk ikut menekan percepatan respon darurat dan membantu penyaluran bantuan langsung ke desa-desa yang terisolasi.

Alfarizi DMC: Narasumber/Wawancara Lapangan

Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Jika negara hadir hanya dalam pidato tapi tidak hadir di lokasi bencana, maka yang terjadi di Tanjung Pura bukan sekadar banjir, ini adalah tragedi kelaparan yang dipertontonkan di depan mata pemerintah pusat dan daerah.

 

(Alfarizi DMC)

Post Views: 370
Previous Post

Ditsamapta Polda Kepri Tindak Penjual Miras Liar di Batam, 9 Orang Jalani Sidang Tipiring

Next Post

Dampak Banjir, Warga Pematang Tengah Tanjung Pura: Butuh Uluran Tangan Dari Pemerintah

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dampak Banjir, Warga Pematang Tengah Tanjung Pura: Butuh Uluran Tangan Dari Pemerintah

Dampak Banjir, Warga Pematang Tengah Tanjung Pura: Butuh Uluran Tangan Dari Pemerintah

Please login to join discussion

AYU BURUAN SEBELUM KEHABISAN

UCAPAN HUT RI KE-81 TAHUN 2026

DESA TOAPAYA UTARA UCAPAN HUT RI KE-81 TAHUN

CAMAT MANTANG UCAPAN HUT RI KE-81 TAHUN

ASOSIASI KELUARGA PERS INDONESIA

LEMBAGA BANTUAN HUKUM

No Result
View All Result
No Result
View All Result

Browse by Category

  • ANAMBAS
  • BATAM
  • BERITA VIDEO
  • BINTAN
  • INTERNASIONAL
  • JAKARTA
  • KARIMUN
  • KEPRI
  • LINGGA
  • NASIONAL
  • NATUNA
  • PEMERINTAHAN
  • RAGAM
  • TANJUNGPINANG
  • TNI | POLRI

Recent News

Kapolri Jenderal: Suyudi Ario Seto, Menerbitkan Surat Edaran Melarang Menggunakan Rokok Elektronik Atau Vape

Kapolri Jenderal: Suyudi Ario Seto, Menerbitkan Surat Edaran Melarang Menggunakan Rokok Elektronik Atau Vape

November 2, 2026
Kapolda Kepri Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Bundaran Kabil, Hadirkan Ruang Publik Yang Aman dan Nyaman

Kapolda Kepri Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Bundaran Kabil, Hadirkan Ruang Publik Yang Aman dan Nyaman

November 2, 2026
  • Home 2
  • Home 3
  • KepriLive.com
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page

Hak Cipta KepriLive.com © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home 2
  • Home 3
  • KepriLive.com
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page

Hak Cipta KepriLive.com © 2025 Web Development PT.TAB | TabWeb