TANJUNGPINANG, Keprilive.com – Sebuah rumah di Jl, Nila No 11 RT/RW 02/12 sukarno hatta, Kelurahan Tanjungpinang barat, Kecamatan tanjungpinang barat, Kota Tanjungpinang provinsi kepulauan riau (kepri) Membutuhkan uluran tangan dari pemerintah kota tanjungpinang.
Adapun musibah yang melanda rumah bapak almarhum M, lubis yang kini di tempati anaknya, Atas musibah tersebuat, rumah belakang ambruk jam 11 malam hari senin 22 juni 2026.
“saya sudah melapor kepihak RT/RW setempat atas musibah terjadi, paginya pak RT langsung balas chat saya dan sampaikan akan segera dilaporkan kekelurahan dan dinas-dinas terkait. sekitar jam 08.30-09.00 mulai berdatangan dari pihak kelurahan dan BNPB kota tanjungpinang, semua sudah didata oleh pihak terkait dan mereka akan menindak lanjutin laporan ini kedinas-dinas terkait dan saya disuruh menunggu kabar selanjutnya. Dari pihak BNPB akan menyalurkan bantuan hari ini paling lambat besok, seperti, beras, terpal dan lain-lainya”, ujarnya selasa, (23/6/2026).
Rumah Permanen itupun kini ambruk akibat tiang penyangga yang lapuk, menyebabkan bangunan miring dan akhirnya ambruk.
Peristiwa ini membuat penghuni rumah panik dan berusaha menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Lubis mengungkapkan, bahwa saat kejadian, ia sedang beristirahat di dalam rumah.
“Saya berada di kamar sedang istirahat. Tiba-tiba terdengar bunyi keras, saya kira dari dalam kamar tapi begitu saya keluar, ternyata ruang belakang rumah dapur sudah ambruk”, tambah lubis.

Dalam kepanikan, ia pun tergesah-gesah untuk keluar dari dalam rumah untuk menghindari runtuhan atau ambruk susulan.
Untuk sementara, lubis mengungsi di rumah krabatnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah mengingat kondisi rumahnya yang kini telah ambruk.
“Kalau bisa ada bantuan seadanya, karena kami sudah tidak tahu harus bagaimana lagi”, harap lubis.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait bantuan atau langkah selanjutnya untuk korban terdampak. (Red)







